OpenAI kembali dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar di industri hardware. Setelah ramai rumor soal perangkat AI bersama Jony Ive, kini muncul laporan bahwa OpenAI sedang mengembangkan smartphone AI dengan chipset khusus dan antarmuka revolusioner.
Informasi ini datang dari analis ternama Ming-Chi Kuo yang menyebut perangkat tersebut berpotensi masuk produksi massal pada tahun 2028.
Jika benar terwujud, ini bisa menjadi pesaing baru untuk Apple, Samsung, hingga Google di pasar smartphone premium.
https://t.co/Qqi64OWBM3
— 郭明錤|Ming-Chi Kuo (@mingchikuo) April 27, 2026
Smartphone OpenAI Akan Fokus ke Agentic AI
Menurut laporan tersebut, ponsel OpenAI akan membawa konsep Agentic AI, yaitu kecerdasan buatan yang tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi mampu menjalankan tugas secara aktif untuk pengguna.
Artinya, perangkat bisa membantu aktivitas seperti:
- Menjadwalkan rapat otomatis
- Membalas email sesuai konteks
- Memesan transportasi
- Mengatur agenda harian
- Menjalankan workflow lintas layanan
Konsep ini dianggap sebagai evolusi dari chatbot AI biasa menuju asisten digital yang benar-benar bekerja.
Gunakan Chipset Kustom Bersama Qualcomm dan MediaTek
Laporan juga menyebut OpenAI sedang berdiskusi dengan Qualcomm dan MediaTek untuk mengembangkan chipset khusus.
Chip ini diperkirakan akan memproses dua jenis tugas:
On-device AI
Proses AI ringan langsung di ponsel seperti:
- Pengenalan suara
- Pemahaman konteks cepat
- Ringkasan teks instan
- Personalisasi penggunaan
Cloud AI
Untuk tugas lebih berat, sistem akan memanfaatkan server cloud OpenAI, misalnya:
- Analisis kompleks
- Pembuatan konten lanjutan
- Reasoning multi-step
- Automasi skala besar
Pendekatan hybrid seperti ini memungkinkan performa cepat sekaligus efisien.
UI Baru Tanpa Aplikasi Tradisional?
Salah satu bagian paling menarik adalah kabar bahwa smartphone OpenAI akan meninggalkan model ikon aplikasi tradisional.
Sebagai gantinya, perangkat memakai konsep Task Stream, yaitu tampilan utama berisi daftar tugas, proses, dan status pekerjaan secara real-time.
Jika sukses, konsep ini bisa mengubah cara orang memakai smartphone selama puluhan tahun terakhir.
Perangkat Akan Selalu Memahami Konteks Pengguna
Ming-Chi Kuo juga menyebut perangkat ini perlu terus memahami konteks pengguna sepanjang waktu.
Artinya smartphone kemungkinan punya sistem:
- Always-on AI processing
- Sensor kontekstual pintar
- Memori aktivitas harian
- Prediksi kebutuhan pengguna
Ini akan membuat perangkat terasa seperti asisten pribadi digital yang terus aktif.
Kerja Sama dengan Jony Ive dan Ekosistem Perangkat AI
Sebelumnya OpenAI juga mengakuisisi startup io milik Jony Ive. Bersama Sam Altman, Ive disebut ingin menciptakan “keluarga perangkat AI”.
Beberapa rumor produk lain yang sempat muncul:
- AI earbuds
- Smart speaker AI
- AI pen device
- Wearable assistant
- Smartphone AI utama
Tantangan Besar OpenAI
Meski menarik, proyek ini akan menghadapi tantangan besar:
- Persaingan pasar smartphone matang
- Ekosistem aplikasi mapan Android/iOS
- Privasi data pengguna
- Harga perangkat premium
- Ketergantungan koneksi cloud
Namun jika berhasil, OpenAI bisa membuka kategori baru setelah era smartphone konvensional.
Scr/Mashable

















