Carlos Queiroz, mantan asisten Sir Alex Ferguson, telah ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Ghana untuk Piala Dunia 2026 dengan persyaratan kontrak yang menarik.
Menurut laporan media, Queiroz akan menerima gaji sekitar 90.000 euro atau sekitar Rp1,8 miliar untuk kontrak empat bulan. Ini adalah kesepakatan jangka pendek, tetapi disertai dengan tekanan besar untuk mencapai hasil karena ia ditugaskan untuk memimpin tim nasional Ghana melaju jauh di Piala Dunia 2026 .
Yang perlu diperhatikan, kontrak Queiroz mencakup klausul perpanjangan khusus. Secara spesifik, ia hanya dapat terus memimpin Ghana setelah masa kontrak awal jika ia membantu tim mencapai semifinal Piala Dunia 2026. Tujuan ini dianggap tidak realistis, tetapi mencerminkan harapan tinggi dari Asosiasi Sepak Bola Ghana.
Setelah bergabung dengan tim nasional Ghana, Queiroz akan membawa serta tim yang terdiri dari lima asisten untuk mendukung pelatihan dan restrukturisasi tim. Penambahan staf profesional ini dipandang sebagai langkah penting dalam meningkatkan persiapan, terutama mengingat waktu yang tersisa sangat terbatas.
Queiroz adalah pelatih yang sangat berpengalaman di level tim nasional. Beliau pernah melatih Portugal, Kolombia, Oman, Qatar, Mesir, dan Iran, serta pernah menjabat sebagai asisten pelatih di klub-klub top seperti Manchester United dan Real Madrid.
Dengan pengalamannya yang luas dan pemahaman mendalam tentang sepak bola tingkat atas, Carlos Queiroz diharapkan dapat memberikan dorongan bagi Ghana. Namun, dengan kontrak yang singkat dan tujuan yang menuntut, tantangan di depan tidak akan mudah.
Piala Dunia 2026: Rekam Jejak Statistik Carlos Queiroz, Juru Taktik Anyar Timnas Ghana
Ghana telah resmi mengamankan tanda tangan pelatih kepala baru, dan ini bukanlah penunjukan sembarangan. The Black Stars baru saja menggaet Carlos Queiroz, seorang taktisi kawakan yang sudah sangat akrab dengan atmosfer Piala Dunia. Tak main-main, Queiroz tercatat telah mentas di turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut sebanyak lima kali sebelumnya.
Eks manajer Real Madrid ini memiliki sejarah panjang di panggung dunia dengan memimpin tim dalam empat edisi Piala Dunia berbeda: 2010, 2014, 2018, dan 2022. Secara statistik, catatan Queiroz membukukan 3 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 7 kekalahan. Di bawah asuhannya, tim-tim tersebut berhasil menyarangkan 14 gol dan kebobolan dengan jumlah yang sama.
Momen paling ikonik terjadi saat ia menahkodai Portugal pada edisi 2010. Kala itu, Queiroz berhasil menghancurkan Korea Utara dengan skor telak 7-0. Ia juga sukses memetik dua hasil imbang tanpa gol melawan Pantai Gading dan Brasil, yang membawa Selecao das Quinas melaju ke babak 16 besar sebelum akhirnya disingkirkan oleh Spanyol dengan skor tipis 1-0.
Sementara itu, dalam tiga periode kepemimpinannya bersama Iran (2014, 2018, dan 2022), Queiroz belum berhasil membawa timnya melampaui babak penyisihan grup. Iran harus mengakui keunggulan tim-tim raksasa seperti Argentina, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat, serta kalah dari Bosnia. Meski begitu, ia tetap mampu mencatatkan kemenangan krusial saat melawan Maroko dan Wales, serta menahan imbang Nigeria dan mantan timnya, Portugal.
Kini, bersama Ghana, Queiroz memikul tanggung jawab besar. Ia akan memimpin The Black Stars bersaing di Grup L Piala Dunia 2026, bersaing ketat dengan Panama, Inggris, dan Kroasia untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.
Scr/Mashable















