Bek tengah Sassuolo, Jay Idzes, menjadi pusat kontroversi di Serie A menyusul penampilannya dalam pertandingan melawan Cagliari.
Dalam kemenangan Sassuolo 2-1 atas Cagliari di Serie A 2025/2026 pekan ke-31 pada, Sabtu 4 April, Idzes menjadi starter dan bermain penuh selama 90 menit. Terlepas dari kemenangan tersebut, pemain internasional Indonesia itu dikritik karena melakukan handball di area penalti, yang mengakibatkan penalti untuk Cagliari.
Ini bukan kali pertama bek tengah itu melakukan kesalahan serupa musim ini. Sebelumnya, ia melakukan pelanggaran serupa dalam pertandingan imbang 1-1 melawan Juventus pada 22 Maret lalu.
Sassuolo News , sebuah surat kabar yang dekat dengan klub, mengkritik kesalahan Idzes. Surat kabar itu memberinya nilai 5, sambil juga menyoroti pengulangan kesalahan yang melibatkan menyentuh bola dengan tangan di area sensitif.
Namun, jika dilihat dari statistik lainnya, Idzes tetap memberikan kontribusi signifikan bagi tim. Bek tengah ini tampil mengesankan dengan 6 aksi bertahan yang sukses, 2 tekel, 4 sapuan bola, dan 3 perebutan bola.
Hingga putaran ke-31 Serie A musim ini, Idzes telah bermain sebanyak 30 pertandingan, dan menjadi pemain kunci bagi Sassuolo. Namun, media Italia menyebutkan bahwa ia perlu meningkatkan konsentrasinya di area penalti jika ingin melangkah lebih jauh dalam kariernya.
Awal tahun ini, penampilan konsisten Idzes di Serie A menarik perhatian AC Milan dan beberapa klub besar lainnya. Sassuolo dilaporkan menghabiskan sekitar 8 juta euro untuk merekrutnya dari Venezia pada musim panas 2025.
Dari Serie A ke Indonesia dan Pengaruh Jay Idzes
Bek tengah Jay Idzes, yang bermain untuk Sassuolo dan Timnas Indonesia, terpilih sebagai Pemain Terbaik Tahun Ini di PSSI Awards 2026. Peristiwa ini telah menarik perhatian media Italia.
Upacara Penghargaan PSSI 2026 berlangsung akhir pekan lalu di Jakarta, Indonesia. Segera setelah acara tersebut, situs berita olahraga Italia, Sassuolo News, menerbitkan sebuah artikel yang mengakui prestasi seorang pemain dari klub mereka.
Artikel tersebut, berjudul: “Jay Idzes dari Sassuolo Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Tahun Ini di Penghargaan PSSI,” menyoroti peran bek tengah berusia 25 tahun itu di level klub dan tim nasional.
Untuk meraih gelar ini, Jay Idzes menerima peringkat lebih tinggi daripada empat kandidat lain yang masuk daftar pendek, termasuk: Calvin Verdonk (saat ini bermain untuk Lille), Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), Yakob Sayuri (Malut United) dan Rizky Ridho (Persija Jakarta).
Penghargaan ini dinilai berdasarkan performa profesional dan kontribusi pemain selama periode Agustus 2024 hingga November 2025. Secara statistik, sejak pindah ke Sassuolo dari Venezia musim panas lalu, Jay Idzes telah mempertahankan rekor bermain yang konsisten. Pemain kelahiran Belanda ini telah menjadi starter dalam 29 pertandingan berturut-turut di Serie A Italia. Di tingkat internasional, ia saat ini menjadi kapten tim nasional Indonesia.
Berbicara di acara penghargaan tersebut, Jay Idzes mengatakan: “Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini. Ini sangat berarti bagi saya.”
Bek tengah kelahiran 2000 itu juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim daripada mengakui prestasi individu: “Saya ingin mendedikasikan penghargaan ini kepada semua orang yang bekerja di balik layar, Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI), Presiden Erick Thohir, seluruh staf pelatih, dan rekan-rekan setim saya. Mereka telah bekerja sangat keras setiap hari. Penghargaan ini bersifat simbolis, tetapi lebih untuk mereka daripada untuk saya.”
PSSI Awards 2026 merupakan edisi pertama yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Indonesia untuk memberikan penghargaan kepada individu-individu berprestasi. Jay Idzes menjadi pemenang pertama penghargaan bergengsi ini, bersama dengan pengakuan dari media Italia, semakin menegaskan arah yang tepat dari sepak bola Indonesia dalam strateginya untuk meningkatkan kualitas skuadnya dengan mendatangkan bintang-bintang yang bermain di Eropa.
Dengan Jay Idzes dan banyak bintang naturalisasi berkualitas lainnya, sepak bola Indonesia mencetak sejarah dengan mencapai babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka tidak lolos ke babak final, tetapi mereka berjanji untuk melangkah lebih jauh di masa depan.
Scr/Mashable

















