Juventus Lancarkan Aksi Tikung Tottenham Demi Amankan Tanda Tangan Andy Robertson

29.05.2026
Juventus Lancarkan Aksi Tikung Tottenham Demi Amankan Tanda Tangan Andy Robertson
Juventus Lancarkan Aksi Tikung Tottenham Demi Amankan Tanda Tangan Andy Robertson

Juventus membuat kejutan besar di bursa transfer. Klub raksasa Italia tersebut dilaporkan sedang mencoba “membajak” proses kepindahan bek kiri asal Skotlandia, Andrew Robertson, yang sebelumnya santer dikabarkan sudah sangat dekat dengan Tottenham Hotspur.

Kabar ini diembuskan oleh dua pakar transfer terkemuka, Gianluca Di Marzio dan Fabrizio Romano. Menurut laporan keduanya, Juventus bergerak cepat untuk mendekati Robertson.

Pemain berusia 32 tahun itu akan segera berstatus bebas transfer setelah resmi mengucapkan perpisahan emosional dengan Liverpool pada akhir pekan lalu.

Demi memenangkan persaingan, manajemen Si Nyonya Tua dikabarkan telah melayangkan penawaran resmi kepada kapten Timnas Skotlandia tersebut agar bersedia mencicipi atmosfer Serie A.

Akhir Era di Anfield

Robertson merupakan salah satu pilar penting di balik era kejayaan Liverpool sejak bergabung pada tahun 2017. Namun, musim lalu menjadi periode yang sulit bagi sang bek kiri.

Menit bermainnya pun menurun secara drastis. Ia mencatatkan kurang dari 1.200 menit tampil di Liga Inggris—menjadi alasan kuat di balik keputusannya untuk menyudahi masa bakti bersama The Reds.

Meski performanya dinilai sudah melewati masa keemasan, pengalaman interasional dan mental juara yang dimiliki Robertson tetap menjadikannya komoditas panas yang diperebutkan klub-klub elite Eropa.

Strategi ‘Gratisan’ Si Nyonya Tua

Langkah Juventus memburu Robertson bukan tanpa alasan. Setelah dipastikan gagal menembus zona Liga Champions musim depan, anggaran belanja klub asal Turin ini menjadi sangat terbatas.

Alhasil, berburu pemain berkualitas dengan status bebas transfer alias “gratisan” menjadi prioritas utama. Manajemen Bianconeri menilai sektor bek kiri membutuhkan perombakan total.

Kehadiran Robertson dinilai sebagai langkah strategis yang sangat menguntungkan: mendatangkan pemain berkelas bintang tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk biaya transfer.

Sengit Melawan Tottenham

Kendati demikian, ambisi Juventus dipastikan tidak akan mudah. Tottenham Hotspur sudah lebih dulu memimpin perburuan ini selama berminggu-minggu.

Klub London Utara itu masih diunggulkan karena faktor kenyamanan atmosfer Liga Inggris yang sudah sangat akrab bagi Robertson.

Kini, saga transfer ini tengah memasuki fase krusial. Robertson dilaporkan ingin segera menentukan masa depannya sebelum berangkat membela Timnas Skotlandia di ajang Piala Dunia pada 13 Juni mendatang.

Keputusan akhir kini berada di tangan Robertson: apakah ia ingin mencari tantangan baru di Italia bersama Juventus, atau memilih bertahan di Inggris bersama Tottenham.

Jika memilih berlabuh ke Allianz Stadium, Robertson akan memperpanjang daftar pemain Skotlandia yang mencoba peruntungan di kasta tertinggi sepak bola Negeri Menara Pisa.

Andy Robertson Meninggalkan Liverpool Setelah Perjalanan yang Luar Biasa dari Hull City

Setelah 373 pertandingan dan setiap gelar bergengsi, bek kiri Andy Robertson akan resmi meninggalkan Liverpool musim panas ini, mengakhiri perjalanan seorang legenda hebat dan rendah hati.

Pada Juli 2017, Liverpool menghabiskan £10 juta untuk mendatangkan Andy Robertson dari Hull City, tim yang baru saja terdegradasi. Saat itu, sedikit yang bisa membayangkan bahwa pemain Skotlandia itu akan menjadi salah satu bek kiri terbaik dalam sejarah klub. Setelah hampir satu dekade pengabdian, musim panas ini Robertson akan mengucapkan selamat tinggal kepada Anfield , menandai berakhirnya era yang gemilang.

Dengan 373 penampilan hingga saat ini, Robertson telah membantu Liverpool menaklukkan setiap trofi utama, mulai dari Liga Inggrs dan Liga Champions hingga Piala FA dan Piala Dunia Antarklub. Dia bukan hanya seorang pesepakbola, tetapi juga ikon semangat dan keberanian yang membara.

Para penggemar akan selalu mengingat kecepatannya yang luar biasa dan tekanannya yang tanpa henti melawan Man City pada tahun 2018, atau cara dia membuat Lionel Messi gugup pada malam yang ajaib di Anfield pada tahun 2019.

Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Robertson dan Trent Alexander-Arnold mendefinisikan kembali peran bek sayap dalam sepak bola modern. Duo ini menjadi sumber kreativitas utama dengan umpan silang akurat dan umpan panjang mereka. Dengan 69 assist (60 di Premier League), Robertson saat ini berada di peringkat kedua dalam daftar bek sayap dengan assist terbanyak dalam sejarah liga, hanya di belakang rekan setimnya, Trent.

Namun, waktu tidak mengenal ampun. Di usia 32 tahun, energi tak terbatas yang pernah mendefinisikan gaya bermain bintang Skotlandia itu tidak lagi konsisten. Di bawah manajer baru Arne Slot, ia secara bertahap terbiasa duduk di bangku cadangan di belakang Milos Kerkez. Meskipun ada momen-momen brilian, seperti golnya melawan Wolves Maret lalu, mantan pemain Hull City ini memahami bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk pergi.

Jurgen Klopp pernah menyatakan: “Menurut saya, Andy Robertson adalah bek kiri terbaik di dunia.”

Pujian itu sepenuhnya pantas diberikan atas semua kontribusi “Robbo”. Dia bukan hanya bek hebat, tetapi juga pemimpin di ruang ganti, seorang motivator sejati.

Kepergian pemain kelahiran 1994 ini , bersamaan dengan minat dari Tottenham Hotspur dan Atletico Madrid, menunjukkan bahwa ia masih merupakan pemain berkualitas. Namun bagi Liverpool, ini adalah langkah yang tak terhindarkan menuju masa depan. Perpisahan yang emosional telah direncanakan di Anfield pada akhir musim ini.

Para penggemar Liverpool akan mengucapkan selamat tinggal kepadanya dengan tepuk tangan paling hangat untuk seorang legenda yang membuktikan bahwa nilai seorang pemain tidak terletak pada biaya transfernya, tetapi pada ketulusan hati dan keinginannya untuk berkontribusi.

Perjalanan Robertson dari seorang pemain di tim yang terdegradasi menjadi legenda Liverpool tak diragukan lagi akan diceritakan kembali sebagai salah satu kisah dongeng terindah di era sepak bola modern.

Scr/Mashable





Don't Miss