Kota Ini ‘Melanggar Aturan’ dengan Mengizinkan Konsumsi Alkohol Selama Piala Dunia 2026

28.04.2026
Kota Ini 'Melanggar Aturan' dengan Mengizinkan Konsumsi Alkohol Selama Piala Dunia 2026
Kota Ini 'Melanggar Aturan' dengan Mengizinkan Konsumsi Alkohol Selama Piala Dunia 2026

Untuk mengakomodasi lonjakan besar wisatawan selama Piala Dunia 2026, Atlanta menerapkan zona hiburan sementara, yang mengizinkan konsumsi minuman beralkohol di tempat umum dan memberlakukan peraturan terkait.

Pada tanggal 15 April, Dewan Kota Atlanta (AS) mengesahkan sebuah peraturan yang mengizinkan pendirian area rekreasi sementara di pusat kota untuk melayani Piala Dunia FIFA 2026. Peraturan ini mengizinkan orang untuk membawa minuman beralkohol ke ruang publik dan menerapkan kontrol tertentu selama turnamen berlangsung, menurut Fox 5 Atlanta.

Sesuai rencana, pemerintah Atlanta akan membangun Distrik Hiburan Publik untuk mengendalikan arus wisatawan yang besar ke kota tersebut. Area ini diharapkan beroperasi mulai 11 Juni hingga 19 Juli, bertepatan dengan jadwal Piala Dunia.

Selama periode ini, beberapa peraturan yang ada dilonggarkan, memungkinkan orang yang sudah cukup umur untuk mengonsumsi minuman beralkohol di jalan, trotoar, dan ruang publik yang dikelola oleh kota.

Lingkup penerapannya mencakup banyak tempat besar seperti Stadion Mercedes-Benz, State Farm Arena, Georgia Aquarium, Museum World of Coca-Cola, dan Pusat Nasional untuk Hak Sipil dan Hak Asasi Manusia.

Area sementara ini merupakan perluasan dari Distrik Hiburan Pusat Kota Selatan yang sudah ada, yang dibatasi oleh jalan Alabama, Trinity, Peachtree, dan Ted Turner. Area ini akan tetap ada setelah turnamen berakhir.

Selain melonggarkan beberapa peraturan, kota ini juga memperketat kontrol terhadap kegiatan komersial dan lalu lintas di area tersebut. Distribusi materi iklan gratis dilarang untuk memastikan jalur yang jelas bagi pejalan kaki.

Berkendara tanpa tujuan (berkeliling tanpa tujuan) juga dibatasi. Departemen Kepolisian Atlanta akan bertanggung jawab untuk menentukan lokasi rambu-rambu lalu lintas.

Atlanta sedang mempersiapkan acara berskala besar, yang diperkirakan akan menarik sekitar 300.000 pengunjung dan menghasilkan dampak ekonomi sekitar $1 miliar . Kota ini berencana untuk menyelenggarakan delapan pertandingan di Mercedes-Benz Arena, termasuk lima pertandingan babak penyisihan grup, satu pertandingan babak 16 besar pada tanggal 1 Juli, satu pertandingan babak 8 besar pada tanggal 7 Juli, dan satu pertandingan semifinal pada tanggal 15 Juli.

Menurut peraturan, suatu tempat harus memiliki kapasitas tempat duduk minimal 15.000 agar memenuhi syarat sebagai area hiburan publik, dan peraturan ini hanya berlaku untuk acara yang memiliki dampak ekonomi sebesar 25 juta dolar AS atau lebih.

Para Sekutu yang Dekat dengan Donald Trump Ingin Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Di sisi lain, usulan seorang utusan Amerika Serikat untuk menggantikan Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026 memicu kontroversi yang sengit.

Sebuah usulan mengejutkan muncul seputar Piala Dunia 2026, dengan utusan AS Paolo Zampolli dilaporkan menyarankan agar FIFA mencoret Iran dari turnamen dan memberikan tempat tersebut kepada Italia.

Menurut Financial Times , Zampolli menyampaikan ide ini kepada Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Donald Trump . Alasan yang diberikan adalah bahwa Italia memiliki posisi istimewa dengan empat gelar Piala Dunia dan layak untuk berpartisipasi dalam ajang sepak bola terbesar di planet ini.

Zampolli lahir di Milan dan tidak menyembunyikan keinginannya untuk melihat “Azzurri” berkompetisi di Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa itu akan menjadi mimpi pribadinya jika tim nasional Italia berpartisipasi dalam turnamen musim panas ini.

Usulan tersebut muncul di tengah pertanyaan seputar kualifikasi Piala Dunia Iran karena ketegangan geopolitik dengan AS dan Israel. Konflik yang meletus pada bulan Februari telah memicu spekulasi bahwa Federasi Sepak Bola Iran mungkin akan memboikot turnamen tersebut, yang diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko.

Namun, Iran baru saja mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa mereka masih berencana untuk berpartisipasi seperti biasa. Presiden FIFA Infantino juga menekankan bahwa tim Iran “pasti akan datang,” dan menyatakan harapan bahwa situasi akan segera stabil.

Iran lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu dari delapan perwakilan Asia. Sementara itu, Italia gagal lolos melalui kualifikasi regional Eropa. Ini juga menandai ketiga kalinya berturut-turut Azzurri absen dari Piala Dunia, setelah penampilan mereka pada tahun 2018 dan 2022.

Menurut peraturan FIFA, organisasi tersebut berhak memutuskan opsi alternatif jika sebuah tim menarik diri dari turnamen. Namun, dengan pernyataan terbaru dari Iran, kemungkinan Italia mendapatkan tempat sekarang tampaknya mustahil.

Scr/Mashable





Don't Miss